Tampilkan postingan dengan label HUKUM DAN KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUKUM DAN KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Oktober 2012

Megahnya Rumah Sekretaris MA Pemilik Meja Rp 1 Miliar

0 komentar
JAKARTA - Pagar setinggi dua meter warna hijau menutupi rumah berlantai dua di kawasan elite Jl Hang Lekir V, Jakarta Selatan. Dari luar, tampak rumah Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang cukup asri itu dipenuhi tanaman.

"Cari siapa? Kalau cari Bapak ke kantor saja," kata satpam rumah kepada detikcom yang hendak bertamu, Selasa (30/10/2012).

Rumah ini tepat berada di sudut perempatan menghadap ke barat. Di depan rumah terpasang beton besar supaya tidak ada kendaraan parkir di depan rumah. Sepanjang Jl Hang Lekir V berdiri bangunan serupa yang cukup megah.

Rumah Nurhadi ini hanya sepelemparan batu dari pusat belanja Senayan City. Di depan rumah tersebut terdapat taman dan sering untuk parkir kendaraan dinas Toyota Camry beserta kendaraan voorijder.

"Saya tidak terlalu kenal dengan pemilik rumah, kenalnya sama penjaga rumah dan ajudan-ajudannya," kisah seorang tukang parkir yang biasa mangkal di kawasan tersebut, Soleh.

Nama Nurhadi mencuat saat Ketua Muda MA bidang Pidana Khusus Djoko Sarwoko menyebut pejabat eselon I itu menyulap ruang kerja di MA dengan biaya sendiri. Bahkan seperangkat mejanya bernilai Rp 1 miliar.

"Itu meja, duitnya sendiri. Karena Nurhadi punya usaha sarang burung walet, bukan memakai anggaran MA. Nurhadi itu sudah berbuat banyak demi lembaga ini. Saya karena ikut membina Nurhadi, saya ikut sakit hati juga dia difitnah seperti ini," kata Djoko Sarwoko.

Merujuk pada data di sudut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di bagian informasi publik di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, yang diakses pada Senin (29/10) kemarin, tercantum nama Nurhadi sebagai penyelenggara negara yang wajib melaporkan kekayaannya.

Dalam data itu tertulis tanggal 6 Januari 2012 sebagai tanggal wajib lapor. Dan ternyata sampai data itu diakses pada hari Senin, atau 10 bulan berselang sejak dia wajib lapor, Nurhadi tercatat belum pernah melaporkan kekayaanya.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom terus berusaha menghubungi Nurhadi baik telepon maupun SMS, tetapi belum mendapat jawaban. Nurhadi saat ini berada di Manado dalam rangka Rakernas MA

Sumber : detik.com
Read more...
Rabu, 24 Oktober 2012

KPK Minta Polri Serahkan Berkas & Tersangka Simulator Sebelum 31 Oktober

0 komentar
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Polri bisa menyerahkan berkas dan tersangka kasus simulator secepat mungkin. Kalau bisa, sebelum masa penahanan tersangka kasus simulator habis pada 31 Oktober.

"KPK menyarankan kepada Polri segera memberikan berkas dan tersangka sebelum tanggal 31 Oktober," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/10/2012).

Bagaimana teknis penyerahannya, Bambang hanya menyebut sesegera mungkin sebelum 31 Oktober. "Saya kira sudah menjawab sebelum tanggal 31 Oktober," tuturnya.

KPK juga sudah memberikan jawaban atas surat yang dikirimkan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo pada 22 Oktober lalu. Kasus simulator ini seluruhnya diserahkan ke KPK.

Kasus simulator ini sudah diperintahkan Presiden SBY sejak 8 Oktober lalu agar diserahkan ke KPK. Namun hingga kini kedua lembaga masih terus berkoordinasi.

KPK dan Polri menetapkan tersangka yang sama yakni Brigjen Didik Purnomo dan pengusaha Budi Susanto serta Sukotjo Bambang. Didik dan Budi sudah lebih dahulu ditahan Polri.

Sumber : detik.com
Read more...
Senin, 22 Oktober 2012

BNN: Hakim Puji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

0 komentar
Jakarta Hakim Puji Wijayanto kedapatan berpesta narkoba di sebuah Hotel di bilangan Jakarta Barat. Akibat perbuatannya, hakim PN Bekasi tersebut terancam hukuman 4 sampai 12 tahun penjara.

"Berdasarkan pasal Pasal 12 UU Narkotika No 35 tahun 2009, jika seseorang yang memiliki, membawa, mengusai, dan menyediakan narkoba secara melawan hukum, dapat dikenakan hukuman penjara 4-12 tahun penjara," kata Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto, usai menghadiri konperensi pers kasus narkotika di Dirjen Bea dan Cukai, Jl Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (22/10/2012).

Sumirat mengatakan, sore ini pukul 17.00 WIB adalah batas akhir penyidikan terhadap hakim Puji. Selanjutnya BNN akan menentukan apakah hakim Puji murni sebagai pemakai atau pengedar.

"Petugas BNN akan menentukan kasusnya apakah dia murni sebagai pemakai atau dia pengedar," ujar Sumirat.

Menurut Sumirat, saat dilakukan penggerebekan Selasa (16/10) lalu, di lokasi kejadian BNN menemukan 9,5 gram butir shabu sebagai barang bukti. Narkoba tersebut di beli hakim Puji dengan harga Rp 7,5 juta.

Pesta narkoba yang hakim Puji lakukan terjadi dalam pertemuan dengan kawannya yang berasal dari Papua.

Sumber : detik.com
Read more...
Minggu, 14 Oktober 2012

Kondisinya Makin Membaik, Novi Amilia Siap Tampil di Depan Publik

0 komentar
Jakarta Setelah menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramatjati, kondisi Novi Amilia (25) yang menabrak tujuh orang di Jalan Taman Sari, Jakarta Barat, terus membaik. Siang ini, model syur itu direncanakan akan tampil di depan publik.

"Siang atau sore ini Novi akan berikan beberapa informasi dari RS Polri," kata kuasa hukum Novi, Chris Sam Siwu, dalam pesan singkatnya yang diterima detikcom, Senin (15/10/2012).

Novi akan tampil di depan publik dan bersedia diwawancara di RS Polri. Diperkirakan perempuan asal Medan itu akan keluar ke depan publik sekitar pukul 13.00 WIB.

Pada Kamis (11/10) lalu sekitar pukul 17.00 WIB, Novi yang mengendarai Honda Jazz merah menabrak penjual siomay, penjual kopi bersepeda, 3 pengguna jalan, dan 2 polisi lalu lintas di Jalan Ketapang, Taman Sari, Jakarta Pusat. Saat mengemudi, model cantik ini hanya mengenakan bikini.

Novi mengaku berhalusinasi mendapat perintah membuka baju, sehingga dia mengendarai mobil dalam keadaan nyaris bugil.

Beberapa bulan sebelumnya, di daerah Taman Sari juga, Novi pernah mengemudikan Honda CR-V dengan cara zigzag sehingga menabrak pengguna jalan. Diduga, dia depresi karena masalah keluarga. Novi merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga.

Sumber : detik.com
Read more...
Selasa, 09 Oktober 2012

Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 5 Militan di Pakistan

0 komentar
Islamabad, Lagi-lagi! Pesawat-pesawat tak berawak milik Amerika Serikat melancarkan serangan yang menargetkan sebuah kamp militan di wilayah Pakistan dekat perbatasan Afghanistan. Lima orang tewas dalam serangan hari Rabu ini tersebut.

"Beberapa pesawat tak berawak AS terbang di wilayah tersebut sebelum subuh dan menembakkan empat rudal ke sebuah kamp, menewaskan lima militan," kata pejabat keamanan Pakistan kepada kantor berita AFP, Rabu (10/10/2012).

Serangan udara AS tersebut dilancarkan di daerah Hurmuz, sebelah timur Miranshah, ibukota wilayah kesukuan Waziristan Utara. Identitas para korban tewas belum diketahui.

Serangan ini merupakan yang pertama sejak aksi demo besar-besaran pekan lalu di dekat wilayah yang dikenal sebagai basis militan Taliban dan Al-Qaeda tersebut. Aksi protes yang diikuti ribuan orang itu, digelar untuk memprotes serangan pesawat-pesawat tanpa awak milik AS yang kerap dilancarkan di wilayah Pakistan.

Para militan telah menewaskan ribuan orang di Pakistan sejak tahun 2007 silam. Menurut pejabat-pejabat AS, serangan pesawat tak berawak tersebut merupakan senjata utama dalam perang melawan teror.

Sumber : detik.com
Read more...

Popular Posts

 
INFO SAROLAGUN © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here