Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Agustus 2012

Dilanda Krisis Utang, Yunani Justru Ingin Gelar Balapan F1

0 komentar
Piraeus - Problem di sektor ekonomi tengah membelit Yunani, tetapi pemerintah negara tersebut justru berencana menggelar balapan F1 yang dikenal sebagai salah satu "balapan mahal". Kenapa?

Proyek itu sejatinya mulai dibicarakan pada Juni 2011 lalu. Rencananya sebuah sirkuit rancangan seorang arsitek lokal akan dibangun di lokasi seluas 210 ribu meter persegi di daerah Drapetsona, Piraeus.

Secara teknis lintasan itu direncanakan memiliki panjang 5,1 km, memiliki 25 tikungan dan satu lintasan lurus panjang, dengan laju melawan arah jarum jam.

Dengan kondisi perekonomian Yunani yang saat ini tengah dibelit resesi dan menumpuknya utang, tentu akan banyak yang mempertanyakan pentingnya menggelar balapan F1 dalam waktu dekat mengingat ini justru dapat kian membebani sektor ekonomi. Namun, dari pertimbangan Yunani justru sebaliknya.

"Kami mesti mendukung seluruh proyek yang dapat memasarkan Yunani. Kemungkinan Drapetsona menggelar balapan F1 akan sangat penting buat pengembangan Piraeus," Menteri Olahraga Yunani Konstantinos Cavaras kepada Autoweek yang dikutip Planet F1.

Menteri Kebudayaan Yunani Costas Tzavaras juga memberikan dukungan untuk opini tersebut. Menurutnya, menggelar balapan F1 akan memberikan keuntungan jangka panjang untuk Yunani.

"Prioritas pemerintahan ini adalah menciptakan instrumen pengembangan. Di dalam waktu kritis untuk negara kami ini, setiap usaha untuk mempromosikan Yunani dan menarik minat internasional harus disambut dan mendapat dukungan."

"Prospek menggelar balapan F1 di Drapetsona melahirkan harapan untuk mendongkrak sektor pariwisata lewat promosi dari pelabuhan bersejarah Piraeus dan juga pembaruan dari wilayah sekitarnya. Proyek seperti ini akan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menempatkan negara kami dalam posisi baru di pentas internasional," paparnya.
Read more...

Tetap Optimistis, Button Juga Berusaha Realistis

0 komentar
London - Jenson Button masih optimistis dengan peluangnya menjadi juara dunia F1 musim ini. Tetapi karena juga mengaku sebagai pemain tim, bukan tak mungkin ia akan bersedia membantu Lewis Hamilton yang merupakan rekan setimnya di McLaren.

Button memulai musim dengan menjanjikan setelah meraih kemenangan di Australia. Namun, setelah itu hasil-hasil yang ia capai justru menurun.

Walhasil sejak GP Australia baru dua kali Button naik podium. Itu membuatnya tercecer di posisi delapan klasemen sementara, terpaut 88 angka dari Fernando Alonso yang memuncaki klasemen.

Button juga terpaut 41 poin dari Hamilton, rekan setimya yang kini berada di posisi empat klasemen. Ini tak ayal memicu spekulasi apakah ia akan bersedia jika di sisa musim diminta McLaren untuk fokus jadi pebalap kedua dan menyokong Hamilton.

"Saya pikir tim takkan minta saya melakukan itu. Secara pribadi saya merasa masih bisa menjuarai musim ini, Anda tak pernah tahu," katanya di Planet F1.

Pun demikian, Button tetap berusaha realistis. Ia tampaknya akan bersedia membantu Hamilton demi kepentingan tim, terlebih jika peluangnya nanti benar-benar sudah pupus.

"Saya juga seorang pemain tim dan sangat penting buat tim untuk memenangi Kejuaraan Dunia Konstruktor dan itulah salah satu bidikan utama kami tahun ini," simpulnya.
Read more...

'Pimpin Klasemen, Alonso Sudah Terbantu Cuaca'

0 komentar
London - Fernando Alonso saat ini tengah memuncaki klasemen sementara pebalap F1. Hal itu dinilai tidak lepas dari hadirnya sejumlah kondisi basah di lintasan di paruh pertama musim.

Lewat 11 balapan Alonso, yang telah memenangi tiga seri balapan, menempati peringkat pertama dengan 164 poin. Pebalap Ferrari itu terpaut 40 poin dari Mark Webber (Red Bull) yang menempati posisi dua.

Dari tiga kemenangan yang diraih Alonso, dua di antaranya dibantu dengan kondisi hujan. Kalau di GP Malaysia hujan turun dalam balapan, di GP Jerman hujan turun di sesi kualifikasi. Cuma di Valencia saja ia meraih kemenangan dalam kondisi kering baik dalam sesi kualifikasi dan balapan.

Selebihnya, penampilan Alonso di dalam balapan kering terbilang belum bisa menyamai performanya di dalam balapan basah. Bos teknik Ferrari Pat Fry mengaku kalau kondisi hujan memang telah membantu Alonso. Sebaliknya, 'Kuda Jingkrak' belum bisa memaksimalkan mobil di kondisi kering.

"Tentu saja jika ada balapan kering di Malaysia, ceritanya akan berbeda. Saya pikir kami tidak bisa sembunyi di balik fakta bahwa cuaca telah membantu kami," kata Fry kepada Autosport.

"Apa saya pikir kami adalah yang tercepat di dalam sesi kualifikasi yang berjalan kering? Saya pikir saat ini tidak, tapi dalam dua sesi basah (Silverstone dan Hockenheim, ketika Alonso meraih pole) kami lebih impresif," paparnya.
Read more...
Minggu, 12 Agustus 2012

Cina tak Terkalahkan di Tenis Meja, Prestasi yang Bikin Cemas

0 komentar
LONDON (AP) - Cina terlalu digdaya di cabang tenis meja. Bahkan, karena prestasi itu ofisial Cina mengkhawatirkan dominasi negaranya.

Cina berhasil menyapu bersih empat medali emas di Olimpiade London, duplikasi hasil serupa di Beijing empat tahun lalu. Negri tirai bambu itu bukannya tanpa penantang. Tapi lawan kerap kali melibatkan pemain kelahiran Cina daratan  yang bermigrasi dan bermain untuk Singapura, Hong Kong, bahkan Korea Selatan.

Hanya tiga negara yang menurunkan atlet wanita tenis meja di London tanpa pemain kelahiran berakar Cina, yakni Mesir, Korea Utara dan Jepang. Bahkan Republik Kongo di Afrika pun memiliki pemain kelahiran Cina.

Pelatih tenis meja putra, Liu Guoliang, peraih dua emas pada 1996, paham betul permainan ini butuh lebih banyak kompetisi. "Saya sangat bahagia melihat standar keseluruhan meningkat," ujarnya. "Namun tentu saja, saya ingin pemain Cina tetap di atas. Kami pikir negara lain pun bisa mencapai sukses besar. Bukan berarti tanpa bantuan Cina lantas mereka tak bisa." ujarnya.

Presiden Federasi Tenis Meja Internasional, Adham Sharara, menyatakan ia telah mendorong pejabat Cina untuk membuka sekolah olaharga milik negara mereka untuk atlet non-Cina.

"Pusat latihan olah raga mereka masih tertutup, namun kami terus mencoba meyakinkan mereka membuka fasilitas tersebut," ujar Sharara dalam sebuah wawancara. "Seperti AS dengan basketnya dan Canada dengan hockey es. Jika anda hanya menutup untuk dirimu sendiri, anda bisa memenangkan semuanya dan tak ada orang lain yang bisa menang, maka orang lain pun kehilangan ketertarikan."

"Cina sendiri memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu dan kami telah bekerja sama dengan mereka selama beberapa tahun terakhir," ujarnya. Seperti saat ini, perak atau perunggu seperti emas semuanya hanya untuk Cina.

Pemain di London bakal tersenyum dan terisak hanya demi meraih podium dan kadang ada perayaan, sementara Cina yang berada di podium tertinggi terlihat hanya lega, semua tela berakhir, mengangkat beban berat dari para fans di rumah yang mengharapkan emas seperti olimpiade lalu.

Cina merebut baik medali emas dan perak di nomor tunggal putri baik putra dan putri. Mereka juga menyapu emas dari dua nomor ganda.
Read more...

Popular Posts

 
INFO SAROLAGUN © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here